Pengecer Togel Online Diamankan Polres Bukittinggi di Pinang Balirik

Pengecer Togel Online Diamankan Polres Bukittinggi

Kawasan Pinang Balirik, Kec Ampek Angkek, Bukittinggi masih menjadi wilayah yang belum bersih hukum. Apalagi setelah adanya laporan warga jika masih banyaknya pelaku perjudian termasuk judi togel online yang semakin marak disana.

Belum lama ini Satreskim Polres Bukittinggi juga berhasil membekuk pelaku yang terbukti menjual toto gelap melalui sistem online. Pelaku adalah MR usia 51 tahun warga Nagari Biaro Gadang, Kec Ampek Angkek. Togel pada situs biasa didapatkan dari bocoran seperti bocoran HK, maupun bocoran Sydney.

Dalam penangkapan tersebut, pihakk polisi berhasil menyita satu handphone dan sejumlah uang bernilai ratusan ribu saja. Namun dalam keterangan tambahan dari pelaku pihak kepolisian sudah mendapatkan sejumlah informasi mengenai pemain lain yang ada di kawasan Pinang Balirik

AKBP Dody Prawiranegara, selaku Kapolres Bukittinggi menegaskan kepada awak media jika kasus ini memang sudah lama ingin di ungkap. Hanya saja waktu itu soal informasi dan tkp pasrinya belum bisa diketahu detail. Namun setelah pihak warga melalui perwakilan melapaor, petugas berhasil membekuk pelaku.

Saat ini Kapolres Bukittinggi bahkan sudah memperoleh data lengkap soal siapa bandar yang berperan selama ini. Kini pengecer dan sejumlah orang yang terkait juga sudah didata. Kapolres Bukittinggi juga ingin jika warga masyarakat tidak usah ragu untuk melaporkan segala macam tindakan yang melanggar hukum.

“Hari Kamis sore kami sudah berhasil mengamankan pelaku. Sekitar jam 16.00 dia sedang melayani pembeli melalui jalur online media sosial. Dia langsung tidak berkutik karena semua bukti yang membuktikan dia bersalah sudah lengkap. Ini akan menjadi kasus lanjutan apalagi MR juga sudah memberikan beberapa informasi penting,” ungkap AKBP Dody Prawiranegara.

Baca juga: Alat Safety Untuk Kontak Bahan Kimia

Saat penangkapan di TKP, polisi berhasil mendapatkan barang bukti berupa handphone yang dia gunakan sebagai alat memasang dan merekap nomor togel online. Kemudian juga ada uang tunai yang diamankan polisi sebesar 144 ribu rupiah. Meski sudah mengamankan identitas bandar, tetapi polisi masih belum bisa memastikan dimana sang bandar berdomisili.

“Kami masih belum bisa memastikan di mana bandar bersembunyi. Setidaknya kami sudah mengantongi identitas dia lengkap. Dengan memasukkan bandar ke DPO (daftar pencarian orang) setidaknya kami juga akan lebih mudah menemukan dengan bantuan warga sekitar,”

“MR mengaku jika wilayah Pinang Balirik peminat togel online begitu banyak. Sehingga dalam meraup uang puluhan juta sehari saja sangatlah mudah. Bahkan ada sistem pembagian hasil dari pihak bandar dengan MR.” imbuhnya.

Dody Prawiranegara menjelaskan juga jika perolehan komisi yang diterima oleh MR dalam sehari sekitar 20% dari hasil penjualannya dan setor ke bandar. Bahkan dia langsung mendapatkatkan hasil begitu besar hanya cukup membantu semua pembeli memasang togel dengan memakai sistem pembayaran deposit dan kirim uang ke rekening MR.

Sistem permainan judi online saat ini memang cukup menyediakan akun bermain saja. Dengan melakukan pendaftaran online, pemain langsung hanya tranfer uang untuk bermain judi togel sepuasnya.

“Jadi sistem kerjanya memang sangat sederhana sekali. MR yang memiliki akun judi serta dia tinggal meneruskan nomor togel dari sejumlah pelanggan. Ini setelah pelangan transfer dana judi. Jadi memang dia pelaku dan juga pengepul. Polisi juga mengamankan akun judi togel yang sudah dia simpan di HP miliknya,”

Dengan terbuktinya MR bersalah dan melanggara Pasal 303 KUHP, maka dia harus mempertanggungkan tindakan melanggar hukum dengan ancaman kurungan 10 tahun penjara paling lama. Bahkan saat ini semua asetnya sedang didalami oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti.

Sumber : padangkita.com