Penjual Sayur Sop Ditangkap Polisi Sebab Buka Bisnis Togel

Penjual Sayur Sop Ditangkap Polisi Sebab Buka Bisnis Togel

RP (39), inisial seorang pemilik warung makan sop dengkil di Jawa Barat, Kabupaten Kuningan, terpaksa meringkuk dalam jeruji besi lantaran sembari menjalankan bisnis togel online Hongkong.

Pelaku ini diketahui seorang warga Desa Cipari, Kecamatan Gugur, Kuningan. RP kini harus berurusan dengan pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan bisnis sampingan judi toto gelap kupon Hongkong. Mapolres Kuningan, AKBP Lukman Syafri Dandel Malik menjelaskan, bila pengungkapan kasus ini dari laporan warga sekitar.

Warga memberikan informasi kepada polisi, bahwa telah ada temuan aktivitas perjudian di sebuah warung sop dengkil, petugas langsung melakukan pengintaian secara cepat tanggap. “Jadi memang lokasinya itu di tempat makan, penangkapan tersangka, kemudian ditemukan saat itu ada transaksi togel juga, jadi anggota kita awalnya mendapatkan info, kemudian melakukan pengecekan, pengintaian untuk memastikan informasi tersebut,” begitu ungkap Lukman Syafri, Senin (16/11/2020).

judi qq online

Tersangka sebenarnya sudah lama jadi target operasi, tapi masih kurang bukti, namun sekarang sudah lengkap, lebih lagi sudah ada informasi masyarakat, jadi dengan bukti saat penangkapan berlangsung, dirinya menjelaskan bila bukti itu berupa 2 buah unit HP, 2 buah buku rekapan angka pasangan, 1 buah polpen, 1 buah kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan uang dengan total 213 ribu rupiah.

Saat ini, atas bukti dan tindakan pelaku, maka petugas menjeratnya dengan pasal 303 KUHP yang memberikan ancaman kurungan penjara selama 10 tahun.

“Penjual selaku pemilik usaha warung sop dengkil ini yang menjadi bandar togel juga, sudah kita amankan, dengan nantinya dalam penyelidikan yang terbukti, maka akan dikenakan hukuman 10 tahun penjara dasar pasal KUHP 303, kita terakhir juga sudah pernah mengungkap kasus judi togel serupa di Polsek Lebakwangi.” Pungkasnya.

Judi Togel Menyebar Luar Promo Di Whatsapp

Dilain tempat, jejaring sosial tengah gencar adanya promosi judi online yang tergolong diantaranya togel, casino dan lain sebagainya. Pada saat bersamaan, pada 21 Desember 2020 telah menyebar promo judi melalui Whatsapp, kominfo langsung memantau hal tersebut.

Mati satu seperti langsung tumbuh menjadi seribu, pasti selalu ada jalan bagi pengelola situs judi togel online ini untuk berkembang dan begentayangan. Setelah penangkapan penjual sop dengkil di Kuningan yang menjalankan profesi ganda sebagai bandar togel berbasis dengan menjembatani pembelian diteruskan ke pemasangan togel online oleh pihak bandar darat tersebut. Dari situ mulai menyebarluar promosi yang bergentayangan di whatsapp.

Padahal pihak kominfo sudah melakukan razia cyber dengan memblokir semua kata kunci bandar togel online. Namun tetap saja seperti ada jalan untuk membuat sebaran aktif secara canggih dan mampu menyebar dalam kurun waktu singkat sekali di whatsapp ini.

Menanggapi pesan broadcast di aplikasi chatting whatsapp ini, Alfon Tanujaya, pakar keamanan cyber dari perusahaan anti-virus Vaksinc.com mengungkapkan bila penyebaran pesan ini mirip dengan sistem spam di email. Hanya saja yang jadi

bedanya itu, penyedia jasa yang menyebar tersebut telah memiliki data nomor ponsel para pengguna whatsapp yang masih aktif.

“Oh pesan promo BC di whatsapp? Itu sebenarnya sama kok dengan Spam di email itu, namun lebih terkontrol jika dibandingkan di email. Karena whatsapp inikan mengirim pesan harus memiliki data nomor whatsapp yang aktif,” ungkap Alfons. (20/12).

Menanggapi hal ini, Pihak Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) mengungkapkan bila pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih dulu soal BC undangan judi online togel tersebut. “Kami akan melakukan kajian dulu, bila ada pelanggaran tentang unsur judi, maka kami tindaklanjuti atau ada unsur penipuan kami tindak tegas,” Jelas Dedy Permadi, Jubir Kominfo.

Dedy juga menjelaskan, bahwa Kominfo setiap harinya itu aktif terus melakukan pemblokiran web/situs yang menyediakan jasa layanan judi online. Meskipun begitu, masih ada beberapa yang lolos blokir, lantaran pengelola situs terus-terusan melakukan perubahan domain internet. Diperlukan adanya edukasi yang cukup lama untuk publik mengenai bahaya akan judi online ini, apalagi setiap pendaftaran judi itu memerlukan data pribadi, berupa Kitas maupun data akun perbankan, jadi jelas itu cukup membahayakan bagi masyarakat.