Cara Pasang CCTV di Rumah Tanpa Bantuan Teknisi

Cara Pasang CCTV – Semua orang tahu bahwa insiden, termasuk pencurian bahkan perampokan, bisa terjadi di mana saja. Mereka sering memilih rumah yang tampak tidak berpenghuni dan bahkan tidak berpikir dua kali untuk merugikan penghuninya.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah hal ini terjadi. Pemasangan CCTV salah satunya. Anda dapat memantau apa yang terjadi di rumah dengan CCTV dan merasa lebih aman.

Cara Pasang CCTV Sendiri di Rumah

Informasi yang diberikan di sini akan membantu Anda memasang CCTV dengan mudah. Untuk mengurangi kejahatan di rumah, memahami cara pasang CCTV dengan benar sangatlah penting.

Sebenarnya, memasang CCTV bukanlah tugas yang sulit. Namun, Anda harus menyadari bahwa ada beberapa jenis CCTV. Ada baiknya mengetahui beberapa petunjuk pemasangan sebelum mempelajari cara pasang CCTV di rumah.

Simak tips cara pasang CCTV berikut ini:

1. Pilih sistem CCTV

Harga CCTV sangat bervariasi, dari yang paling mahal hingga yang paling murah merek dan modelnya. Sudut lensa CCTV ditunjukkan di bawah ini. Gambar kamera diprioritaskan dalam CCTV ini.

Ada juga lensa Vari-Vocal yang merupakan lensa CCTV wide atau fixed focus. Sebelum membeli, periksa apakah rekaman pengawasan kompatibel dengan situasi di rumah.

Televisi jenis ini termasuk CCTV yang terjangkau. Kamera terus menghadirkan foto dengan kesan yang jelas, dan data teknisnya juga benar. CCTV jenis ini adalah pilihan cerdas jika Anda menginginkan keamanan reguler dengan harga yang wajar.

2. Aset CCTV

Penempatan kamera CCTV di seluruh rumah memiliki dampak yang signifikan. Untuk keamanan, kamera CCTV ditempatkan di setiap sudut dan celah rumah. Temukan tempat untuk melihat kamera CCTV yang ditempatkan secara strategis sehingga Anda dapat mengakses lebih banyak lokasi.

Ada instalasi CCTV outdoor jika ingin memasang CCTV di area terbuka seperti halaman. Kamera CCTV luar ruangan terlindung dari terik matahari dan hujan berkat sifat tahan cuaca IP66 atau IP67.

3. Tata letak CCTV

Setelah memahami bagaimana memilih CCTV dan fitur-fiturnya, tata letak CCTV adalah faktor berikutnya yang perlu dipertimbangkan. Kita perlu tahu berapa banyak kamera yang Anda butuhkan untuk menutupi seluruh rumah. Cobalah untuk menentukan konfigurasi fisik sistem CCTV.

Untuk menginstalnya, pilih lokasi. Misalnya bisa dikubur atau diletakkan di tempat yang strategis di dinding, plafon, atau keduanya. Untuk menghindari gambar kamera buram dan menjaga kemampuan menangkap objek atau wajah dengan benar, pastikan kamera dan tanah tidak terlalu tinggi.

Langkah-langkah Memasang CCTV

Anda sekarang dapat memasang CCTV di rumah Anda jika Anda sudah tahu cara melakukannya. Proses instalasi sebenarnya cukup sederhana. Lebih baik lagi, Anda dapat menginstalnya sendiri.

Untuk cara pasang CCTV, lakukan hal berikut:

  1. Peralatan seperti DVR (perekam video digital), kamera CCTV, kawat, bor, dll perlu disiapkan sebagai tahap pertama.
  2. Ketika peralatan sudah terpenuhi, saatnya membuat desain.
  3. Pasang jaringan Internet yang kompatibel dengan DVR di lokasi pemasangan CCTV. Pastikan DVR berada di area terbuka saat memutuskan tempat meletakkannya di dalam ruangan. Jauhi area tertutup seperti lemari dan ruang kedap udara lainnya.
  4. Setelah itu, sambungkan kabel dari kamera CCTV ke layar, PC dan DVR untuk menginstal perangkat lunak CCTV untuk sistem keamanan.
  5. Pasang konektor ke DVR dan akan diatur untuk merekam sinyal dan mengubahnya jika perlu.
  6. Pasang sekrup penanda setelah memasang braket dinding. Kabel umpan kamera kemudian harus dibor.
  7. Klip dinding digunakan untuk menahan dinding dan lantai pada tempatnya saat menghubungkan kabel kamera ke monitor melalui lubang dinding. Untuk menghidupkan dan mematikan kamera CCTV dengan mudah, sambungkan sakelar ke sumber listrik arus searah (DC).
  8. Coba sembunyikan sakelar CCTV, mungkin dengan meletakkannya di bawah meja makan. Agar wajah pelaku lebih terlihat di CCTV, coba posisikan diri Anda setinggi manusia. Memastikan semua kabel yang terhubung ke kamera CCTV, monitor, DVR dan perangkat lain terhubung harus menjadi langkah terakhir ketika semuanya selesai.

Anda juga bisa menggunakan jasa pasang cctv jakarta seperti yang ditawarkan mahavision.id untuk mempermudah pemasangan secara professional.

Itulah ulasan mengenai cara pasang CCTV di rumah tanpa bantuan teknisi, semoga apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat.

Baca Juga: MetroLagu Menawarkan Koleksi Download Lagu Lengkap untuk Disimpan ke HP

Perbedaan Antara Root Blower Dan Ring Blower

Salah satu komponen vakum yang paling umum adalah blower. Root blower dan ring blower adalah dua jenis blower yang banyak digunakan untuk sistem suction atau suplai udara. Artikel ini akan menjelaskan perbedaan antara root blower dan ring blower.

Spesifikasi Mesin

Ada beberapa perubahan dalam teknologi yang digunakan di setiap jenis blower. Demikian pula, parameter root blower dan ring blower tidak sama. Root blower memiliki spesifikasi berupa dua buah rotor yang berputar berlawanan arah jika dibandingkan dengan spesifikasi kedua perangkat tersebut. Setiap rotor memiliki dua lobus atau gigi yang berorientasi tegak lurus.

Blower cincin, di sisi lain, memiliki mesin penggerak langsung. Jenis blower ini juga tidak terlalu keras saat dioperasikan atau digunakan. Namun karena ring blower mengkonsumsi lebih sedikit listrik, maka dibutuhkan daya listrik yang relatif tinggi.

Kegunaan dan Fungsionalitas

Dengan perubahan spesifikasi yang dijelaskan di atas, fungsi dan tujuan kedua perangkat ini juga dapat diidentifikasi.

Root blower adalah perangkat yang memindahkan udara dari satu area ke area lain. Blower ini juga dapat digunakan untuk mengeringkan barang-barang yang lembap dengan menyedot airnya.

Sedangkan ring blower, juga dikenal sebagai regenerative blower, membantu mengurangi tekanan udara yang tinggi.

Terlepas dari kenyataan bahwa ia menggunakan blower yang sama, penerapan peralatan ini berbeda. Jadi jangan disalahgunakan.

Apa Perbedaan Antara Root Blower dan Ring Blower?

Tergantung pada jenisnya, masing-masing blower akan berfungsi secara berbeda. Root blower beroperasi berdasarkan rotor penggerak dengan dua lobus gigi. Ketika rotor pada blower berputar, begitu juga lobus gigi pada root blower. Udara akan ditarik masuk melalui saluran masuk blower. Kemudian dibuang ke sistem ruang lain melalui saluran keluaran.

Aliran udara akan diubah dan digerakkan sesuai dengan kecepatan putaran rotor. Karena volume udara di root blower tidak bervariasi, tidak ada proses kompresi udara.

Ring blower berfungsi dengan mentransfer udara bertekanan tinggi ke udara bertekanan rendah. Jenis blower ini sering digunakan dalam operasi pengolahan air limbah dan untuk berbagai aplikasi industri.

Teknologi perubahan tekanan blower ini memungkinkannya beroperasi lebih cepat, memungkinkan proses produksi berfungsi lebih efisien. Ini beroperasi cukup sederhana dengan melewati asupan blower.

Mesin akan mengubah tekanan udara setelah menyedot udara ke dalam blower melalui input. Akibatnya, udara bertekanan rendah akan keluar melalui saluran keluar.

Tingkat Kebisingan dan Getaran

Saat digunakan, blower dapat menimbulkan getaran dan kebisingan. Jumlah kebisingan dan getaran, bagaimanapun, bervariasi tergantung pada jenis blower.

Di Indonesia, teknik root blower paling banyak digunakan. Beberapa root blower memiliki dua lobus, sementara yang lain memiliki tiga. Masing-masing memiliki metode operasi yang berbeda.

Root blower dengan dua lobus dapat menghasilkan lebih banyak volume udara. Tekanan udara lebih stabil pada root blower dengan tiga lobus. Kebisingan di tiga lobus juga berkurang, seperti tingkat getaran yang dihasilkan.

Ring blower merupakan salah satu bentuk blower yang sering digunakan karena prosedurnya menghasilkan sedikit getaran. Blower dengan input dan exit paralel dapat digunakan untuk mendistribusikan udara.

Jenis blower ini biasa digunakan pada peralatan industri, mesin vakum medis, pengolahan limbah, dan aplikasi lainnya.

Secara umum, ada perbedaan antara root blower dan ring blower

Dua jenis blower yang paling umum di pasaran adalah root blower dan ring blower. Ada beberapa perbedaan luas antara masing-masing blower ini.

• Pelumas, khususnya oli, digunakan oleh root blower. Sementara ring blower tidak memerlukan oli atau pelumas, root blower ditenagai oleh motor yang digerakkan oleh sabuk.

• Blower cincin atau ring blower di sisi lain, ditenagai oleh motor penggerak langsung.

• Tegangan tertinggi yang dibutuhkan untuk menyalakan root blower adalah 10.000 mmAq. Tegangan tertinggi yang dibutuhkan oleh ring blower hanya 7.500 mmAq.

• Root blower menghasilkan sejumlah besar aliran udara. Aliran udara maksimum dari ring blower adalah 22.4m3 per menit.

Itu saja yang perlu diketahui tentang root blower dan ring blower. Sebelum memilih blower, perbedaan antara root blower dan ring blower dapat dibandingkan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik Anda.

Jika Anda menginginkan mesin yang tepat untuk kebutuhan perusahaan Anda, maka Anda dapat menghubungi Solution Energy Indonesia untuk produk Root Blower berkualitas terbaik.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan antara root blower dan ring blower, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Cara Perbaikan WC Pakai Sabun Cuci Piring dan Cuka Yang Ampuh